Uncategorized

Sedekah dari Uang Jajan, Ajakan Bayu untuk Peduli Sesama

Tidak semua orang bisa merasakan hidup layak dan berkecukupan, bahkan banyak yang kekurangan sehingga tidak bisa mencukupi kebutuhan harian seperti makan, pakaian dan tempat tinggal. Hal ini mendukung Bayu, seorang guru pelajaran Geografi di Sambas, Kalimantan Barat tergugah hatinya untuk membantu sesama.

Bayu tidak sendiri, ide yang disampaikannya tentang bersedekah ternyata diapresiasi oleh banyak orang, terutama peserta didik dan guru di lingkungannya mengajar. Dari ide kecil ini, ternyata mampu mengobarkan semangat untuk berbagi yang meluas sehingga berdampak positif bagi banyak orang. 

Contents

Mengajak Peserta Didik Menyisihkan Uang Saku 

Ide yang Bayu sampaikan sederhana, bahkan siapa saja juga mungkin untuk menjalankannya, tetapi apa yang dilakukan pemuda ini membawa dampak luar biasa. Berkat ide yag disampaikan kepada siswanya, banyak generasi muda yang tergugah hatinya untuk berderma. Di samping itu, banyak orang yang membutuhkan uluran tangan bisa terbantu untuk memenuhi kebutuhan, khususnya pangan. 

Jika yang bersedekah adalah orang yang sudah berpenghasilan dan berkecukupan, sudah hal yang biasa. Namun kali ini yang diajak Bayu justru anak-anak pelajar yang belum mempunyai penghasilan. lantas dari mana mereka mendapatkan uang untuk disumbangkan? 

Hampir setiap hari semua siswa membawa uang saku untuk jajan. Bayu berinisiatif mengajarkan pada siswanya untuk menyisihkan sebagian uang saku tersebut, kemudian mengumpulkannya dan setiap sebulan sekali dibelanjakan aneka barang kebutuhan sehari-hari. Barang-barang itulah yang kemudian disedekahkan kepada kaum yang membutuhkan. 

Awalnya tentu jumlah yang dihasilkan tidak seberapa, bahkan banyak yang pesimis program ini tidak akan berjalan lama. Namun Bayu tetap bersemangat mengajak peserta didiknya untuk berlatih bersedekah semampunya dari uang saku tersebut. 

Dari jumlah yang sedikit, jumlah sedekah dari uang saku pelajar tersebut terus bertambah. Ini yang kemudian dicontoh oleh banyak anak muda Sambas sehingga gerakan bersedekah menjadi rutinitas bagi mereka. 

Berdasar Pengalaman Pribadi

Lahir dari keluarga sederhana, Bayu sering merasakan hidup yang serba kekurangan. Dari sana sikap dermawan Bayu justru terasah, karena sering harus hidup seadanya membuatnya sangat paham bagaimana sulitnya mencukupi kebutuhan. Ini yang membuatnya ingin membantu sesama semampunya. 

Orang tua Bayu yang mengalami keterbatasan ekonomi juga mengajarkannya untuk peduli kepada orang yang membutuhkan. Hal ini yang membuat sifat berderma dalam diri anak-anaknya sangat kuat. Sejak lama Bayu sudah terbiasa menyantuni orang tidak mampu dan anak yatim piatu. Sikap tersebut yang kemudian ditularkan kepada lingkungan.

Berawal dari dirinya, kemudian mengajak peserta didik di SMAN 3 Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, kegiatan sosial ini terus berkembang hingga saat ini banyak anak muda dari beragam komunitas yang mengikuti jejaknya. 

Untuk menarik perhatian dan semangat berbagi, kegiatan ini pun diberi nama yang cukup menarik dan dekat dengan anak muda, “Yuk Sedekah”. Komunitas ini terus berkembang hingga anggotanya berasal dari berbagai wilayah di Sambas dan dari berbagai kalangan. 

Dari pengalaman Bayu dan keluarga serta didikan dan contoh dari orang tuanya, kini program sedekah tersebut terus berjalan dan memberi manfaat untuk banyak orang. Bayu berhasil mengubah stigma bahwa anak mudah hanya suka berkumpul untuk hura-hura. Kali ini, kegiatan berkumpul tersebut mampu membantu banyak orang yang membutuhkan uluran tangan. 

Terus Menebar Manfaat 

Kalimat di atas sangat pas untuk menggambarkan apa yang dilakukan Bayu dan diikuti oleh siswa-siswa SMAN 3 Teluk Keramat yang kemudian menyebar ke seluruh Sambas. Anak muda yang identic dengan kehidupan bersenang-senang, bersama Bayu menjadi berbeda. Uang yang diberikan oleh orang tuanya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga orang lain. 

Menumbuhkan rasa empati kepada orang yang membutuhkan pertolong di kalangan anak muda tidak mudah. Kebanyakan mereka lebih mementingkan diri sendiri. Namun Bayi berhasil mengajak dan membuka mata hati anak-anak muda ini untuk gemar berbagi walau nominalnya tidak besar. Ini yang perlu diteladani. 

Ide kecil dari Bayu membawa perubahan sangat besar bagi anak muda Sambas, bukan hanya lebih menghargai uang tetapi juga peduli kepada lingkungan, khususnya orang yang membutuhkan bantuan, seperti duafa dan anak yatim piatu. 

Berkat ide dan kerja kerasnya mengajak siswa, kemudian meluas ke anak muda lain di Sambas untuk berderma, Bayu mendapat apresiasi dalam Satu Indonesia Award atau SIA. SIA sendiri merupakan anugerah yang diberikan oleh Astra kepada anak muda yang membawa perubahan di masyarakat. 

Dari ide kecil Bayu sudah terbukti manfaatnya untuk peserta didik, pemuda Sambas hingga penerima bantuan. Jika Bayu bisa, Anda pun pasti bisa berkontribusi membawa perubahan bagi masyarakat. Indonesia masih terus membutuhkan kontribusi dan kerja nyata dari warganya untuk membawa masyarakat menjadi jauh lebih baik lagi. Meski kecil, apa yang kamu lakukan akan sangat bermanfaat. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *